Anti-Mage Sang Pendeta Terakhir dari Tustarkuri!

Anti-Mage adalah hero yang dikenali oleh semua orang, namun, pasti ada banyak sekali hal yang tidak kamu ketahui tentang dirinya. Yuk kita simak lore dari sang pendeta terakhir Turstarkuri ini!

Anti-Mage

Para pemain veteran Dota pasti mengenal Anti-Mage sebagai Magina, namun, apakah kamu tahu kalau di Dota 2 ternyata hero ini tidak memiliki nama sama sekali? Walaupun tetap dikenal sebagai musuh terbesar bagi para penyihir, Anti-Mage mendapatkan lore baru yang jauh lebih menarik daripada sebelumnya. Tidak lagi dikenal sebagai saudara kembar Terrorblade dan anak dari Nature’s Prophet, Anti-Mage telah kembali sebagai seorang pengembara tanpa nama yang bersumpah untuk menghukum para pengguna sihir di dunia ini. Yuk kita simak lore dari hero ini!


Peristiwa jatuhnya Mad Moon telah membuat semua orang dari berbagai penjuru dunia mencari pecahannya dengan harapan mendapat kekuatan dari seorang Ancient. Namun, jauh di daerah pegunungan Turstarkuri, para pendetanya tidak tergoda dengan hal tersebut. Disaat para raja dan penguasa saling membunuh demi kekuasaan dan banyak orang berlatih untuk memperkuat ilmu sihir yang mereka miliki, para pendeta Turstarkuri hanya melakukan meditasi dan mengabaikan semua kejadian di sekeliling mereka.

Turstarkuri adalah sebuah tempat yang dipenuhi oleh dataran tinggi, dan daerahnya yang luas telah menjadi saksi bisu dari berbagai pertempuran besar yang terjadi di daerah tersebut. Walaupun serangan demi serangan telah meratakan sebagian besar wilayah tersebut, kuil yang berada di puncak tertinggi Turstarkuri tetap berdiri megah tanpa adanya satupun bekas serangan. Perang bukanlah tujuan seorang pendeta, dan mungkin inilah alasan mengapa tidak ada satupun pasukan yang menyerang mereka karena berpikir tidak ada apapun yang bisa di dapat dari kuil tersebut.


Disaat banyak orang berlomba-lomba untuk menjadi penguasa atau penyihir terhebat, para pendeta Turstakuri tetap percaya dengan gaya hidup mereka yang pragmatis dan memisahkan diri dari dunia yang penuh dengan kekacauan. Bagi para penduduk Turstakuri yang lain, perang mungkin adalah satu-satunya cara mereka untuk terus bertahan hidup, dan hal ini telah membuat para penduduknya terbagi menjadi dua bagian, prajurit yang terus membela wilayah mereka dan para pendeta yang lebih memilih perdamaian.

Tanpa mengenal Dewa ataupun sihir, para pendeta Turstarkuri semakin mengasingkan diri mereka. Hal tersebut membuat banyak orang melihat kuil Turstarkuri sebagai sebuah tempat misterius yang penuh dengan energi spiritual, walaupun perang terus terjadi dibawah mereka. Kuil tersebut tidak keberatan menerima pengunjung dari berbagai tempat yang ingin mempelajari ajaran mereka, dan sedikit demi sedikit jumlah pendeta di tempat tersebut semakin bertambah dan nama Turstakuri semakin terkenal sebagai tempat untuk mendapatkan ketenangan, baik secara fisik maupun spiritual.

Namun, apa sebenarnya yang membuat banyak orang sangat tertarik untuk mengunjungi tempat tersebut? Apakah karena ajaran perdamaian yang diberikan oleh para pendeta? Jika mereka tidak memuja Dewa ataupun mengajarkan teknik sihir, lalu apa makna dari meditasi yang selama ini selalu mereka lakukan? Mungkin tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan tersebut karena para pendeta Turstarkuri sangat menjaga ketat ajaran mereka dari dunia luar dan memilih untuk menuliskannya dalam berbagai buku yang tersimpan di dalam kuil tersebut.

Walaupun rahasia mereka sangat dijaga ketat, berbagai rumor mulai bermunculan yang mengatakan bahwa para pendeta Turstarkuri telah menyempurnakan teknik untuk memantulkan serangan sihir kepada siapapun yang menggunakannya. Perdamaian mungkin adalah pilihan hidup mereka, namun, secara tidak langsung nama Turstarkuri telah menimbulkan sedikit rasa cemas bagi para pengguna sihir di seluruh dunia – ajaran mereka yang dahulu menjadi sebuah pertanyaan, sekarang berubah menjadi rasa takut.

Salah satu diantara para banyaknya pengembara yang pergi ke kuil Turstarkuri adalah seseorang yang akan dikenal sebagai Anti-Mage

sumber: duniaku.net

Tinggalkan komentar